PT. Environeer
031-99858624 (Surabaya), 021-8935060 (Jakarta)

MINTA ESTIMASI GRATIS!

Layanan :

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Pengertian Belt Conveyor dan Fungsinya


Pengertian Belt Conveyor

Pengertian conveyor adalah mesin atau alat yang digunakan untuk memindahkan barang-barang dalam jumlah banyak secara terus menerus dari ujung conveyor pertama (awal) ke ujung conveyor lainnya (akhir). Pengertian conveyor sendiri dapat dipisah menjadi bermacam-macam berdasarkan tipe atau jenis conveyor, fungsi conveyor dan material yang digunakan oleh conveyor itu sendiri, akan tetapi inti pengertian conveyor secara keseluruhan adalah seperti yang telah disebutkan. Pengertian conveyor adalah mesin yang digunakan untuk memindahkan barang dari satu titik ke titik lainya.

Pengertian Sabuk atau arti belt adalah sebuah lembaran yang mengelilingi conveyor dari ujung pertama dan ujung terakhir. Fungsi belt adalah sebagai wadah bergerak yang memindahkan semua barang yang ditaruh di atas belt dari ujung conveyor satu ke ujung lainnya. Selain itu, alat ini bisa mengangkut material bulk dari bongkahan yang kecil sampai ukuran sedang (misalnya batubara). Ada banyak material belt seperti PVC, PU, mesh dan lainnya. PVC belt adalah jenis belt yang sering dipakai sedangan PU belt adalah jenis belt yang aman dipakai untuk memindahkan makanan, zat kimia, perlengkapan medis atau benda lain yang memerlukan tingkat higienis tinggi. Dalam sistem conveyor, sabuk belt merupakan komponen penting yang berperan sebagai media utama untuk memindahkan barang atau material secara terus menerus sepanjang jalur conveyor.

Belt Conveyor pada dasarnya adalah sebuah mesin yang digunakan untuk membantu manusia dalam mengangkut dan memindahkan barang-barang padat dalam jumlah yang besar. Penggunaan belt conveyor sangat banyak digunakan di area perindustrian seperti di kawasan industri Cikarang, Jakarta dan Surabaya, karena di area pemukiman, masyarakat tidak memindahkan barang dalam jumlah sebanyak di area perindustrian dan maka dari itu sangat jarang ditemui warga yang memiliki belt conveyor di area tempat tinggalnya. Belt conveyor biasanya digunakan untuk mengangkut dan memindahkan barang-barang padat seperti kemasan barang, produk makanan atau minuman, suku cadang, peralatan makan dan lain lain.

Pengertian Belt Conveyor

Pengertian belt conveyor adalah sebuah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Belt conveyor memiliki banyak spesifikasi yang memperbolehkan belt conveyor mengangkut barang-barang padat dengan berbagai karakteristik seperti panas, berminyak, tajam dan lainnya.

Belt conveyor digunakan untuk membantu memindahkan barang-barang dalam jumlah besar atau barang-barang yang berat. Di dalam kawasan industri, belt conveyor sangat dibutuhkan untuk memindahkan produk-produk atau bahan mentah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Selain cepat dan mudah, belt conveyor dapat menghemat tenaga manusia yang dibutuhkan untuk memindahkan produk-produk tersebut.

Fungsi Belt Conveyor

Yang membedakan belt conveyor dengan conveyor jenis lainnya adalah cara belt conveyor memindahkan barang menggunakan sabuknya. Belt conveyor memiliki sabuk yang berfungsi untuk menerima produk dan memindahkan produk.

Belt conveyor mendukung proses produksi yang lebih spesifik selain fungsi dasarnya untuk memindahkan barang. Beberapa proses produksi yang didukung oleh penggunaan belt conveyor adalah:

  • Sortir

    Beberapa proses produksi memerlukan proses sortir produk yang cepat dan otomatis. Belt conveyor digunakan bersamaan dengan alat seperti sensor untuk memilah-milah produk yang baik dan yang jelek. Sehingga dapat meminimalisir adanya produk yang tidak sesuai dengan standar prosedur tercampur dalam produk yang layak, atau bisa dikatakan bisa mempermudah proses Quality Control (QC). Dengan kata lain, Belt Conveyor dapat membantu perusahaan anda dalam meningkatkan standar produksi dengan baik, tanpa harus memperbanyak tenaga kerja.

  • Pengemasan

    Pengemasan produk sangat penting bagi industri khususnya dibidang FMCG (Fast Moving Consumer Good), makanan, dan farmasi. Sebab kemasan digunakan untuk label dan menjaga agar kualitas dari produk tersebut dalam kondisi baik hingga sampai ke konsumen. Apabila ada kesalahan dalam memilih kemasan produk makanan menyebabkan kualitas produk menjadi buruk. Belt conveyor dapat digunakan di dalam proses pengemasan agar produk yang ingin dikemas datang dengan cepat kepada orang yang melakukan pengemasan. Proses pengemasan ini didukung juga dengan penggunaan carton sealer.

  • Pendinginan

    Produk panas yang baru saja keluar dari proses pengolahan dapat didinginkan dengan menggunakan belt conveyor khusus. Pendinginan ini biasanya didukung dengan adanya lubang-lubang kecil pada sabuk belt conveyor yang memungkinkan aliran udara. Untuk lebih cepat mendinginkan produk, belt conveyor dapat difungsikan bersamaan dengan blower yang diarahkan kepada belt conveyor. Dengan kata lain, Belt Conveyor dapat digunakan untuk membantu proses pendinginan sehingga dapat meringkas waktu dan mampu meningkatkan produktifitas perusahaan anda.

  • Distribusi

    Salah satu Fungsi paling umum belt conveyor adalah untuk membantu proses pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya saja pada proses pengangkutan bahan tambang dan material konstruksi seperti batu bara dan semen. Selain itu, proses distribusi dan penyimpanan juga akan terbantu dengan keberadaan belt conveyor. Alat ini akan memudahkan pekerja dalam memindahkan barang yang hendak disimpan di gudang atau dikirim ke pos-pos tertentu. Belt conveyor dapat digunakan untuk mengirimkan produk-produk dari mesin pengolahan ke mesin lainnya dalam satu proses produksi. Hal ini menghilangkan proses yang mana produk diangkut manual oleh manusia ke atas belt conveyor.

  • Labelling & Printing

    Proses pelabelan produk juga didukung oleh belt conveyor sehingga orang dapat dengan cepat mencetak label di atas kemasan produk dengan berbagai bentuk. Contoh label yang biasanya dicetak ke kemasan adalah label tanggal kadaluarsa dan nama produk. Belt conveyor mempermudah karyawan dalam proses pemberian label untuk produk anda. Prosesnya yang cepat dan efisien juga dapat membantu meringkas waktu sehingga bisa mencapai target produksi dengan cepat.

  • Menimbang

    Produk yang dipindahkan menggunakan belt conveyor dapat secara otomatis ditimbang juga. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sensor, timbangan serta ejector. Produk akan berhenti di atas timbangan dan jika berat produk di luar standar maka ejector akan mendorong produk tersebut keluar belt conveyor. Hal ini dapat mempermudah anda dalam melakukan proses Quality Control (QC) dengan standar yang sudah ditentukan. Sehingga, anda tidak perlu lagi melakukan pengecekan ulang dan tidak perlu khawatir akan kesalahan dalam produksi.

Selain berbagai fungsi operasional tersebut, penggunaan belt conveyor juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan produktivitas dalam industri manufaktur dan logistik. Dengan sistem yang terintegrasi, proses pemindahan, penyortiran, hingga distribusi barang dapat dilakukan secara lebih cepat, konsisten, dan minim kesalahan. Untuk memahami lebih dalam mengenai keuntungan yang bisa didapatkan, Anda dapat membaca artikel kami tentang manfaat menggunakan conveyor belt dalam manufaktur dan logistik.

Pemilihan Material Belt Conveyor Sesuai Kebutuhan Industri

Setelah memahami berbagai fungsi dan manfaatnya, penting juga untuk mempertimbangkan jenis material belt conveyor yang digunakan. Setiap material memiliki karakteristik yang berbeda dan akan mempengaruhi performa sistem secara keseluruhan.
Beberapa faktor utama dalam memilih material belt conveyor antara lain:

  • Ketahanan terhadap Suhu
  • Beberapa material dirancang untuk tahan terhadap suhu tinggi maupun rendah, tergantung pada kebutuhan proses produksi.
  • Ketahanan terhadap Abrasi dan Gesekan
  • Penting untuk memastikan belt tidak mudah aus, terutama pada aplikasi dengan beban atau pergerakan yang intens.
  • Ketahanan terhadap Bahan Kimia
  • Digunakan pada industri tertentu seperti makanan, farmasi, atau kimia, di mana belt harus tahan terhadap zat tertentu.
  • Standar Kebersihan (Food Grade)
  • Material tertentu memiliki sertifikasi khusus untuk memastikan keamanan dalam kontak langsung dengan produk makanan.
  • Fleksibilitas dan Umur Pakai
  • Material yang tepat akan memberikan keseimbangan antara fleksibilitas penggunaan dan daya tahan jangka panjang.

Untuk memahami perbedaan material secara lebih spesifik, terutama antara PVC dan PU yang sering digunakan dalam industri, Anda dapat membaca artikel kami tentang perbandingan belt conveyor PVC vs PU dari segi biaya, performa, dan sanitasi

Bagian-bagian dari Belt Conveyor

  • Tali Pulley

    Berguna untuk membawa material dan meneruskan gaya putar. Kekuatan dari Belt bukan dilihat berdasarkan ketebalannya, melainkan pada jumlah lapisan penguat (ply) dan tegangan tarik per ply (Tensile Strenght). Ditinjau dari struktur lapisan penguatnya.

  • Snub Pulley

    Digunakan untuk memperbesar sudut lilitan kontak antara pulley dengan belt. Biasanya snub pulley terletak di dekat drive Pulley.

  • Internal Belt Cleaner

    Peralatan yang digunakan untuk membersihkan sisi Belt dari material sisa yang tidak tercurahkan saat terjadi Loading dan tetap menempel pada sisi Belt.

  • Impact Idler

    Terletak pada daerah tumpahan material ke dalam Belt. Terbuat dari Rubber (karet) yang berfungsi sebagai penahan beban impact dari material yang jatuh diatas Conveyor, sehingga dapat mengurangi kerusakan Belt.

  • Return Idler

    Atau bisa disebut roller penunjang belt pada daerah yang tidak bermuatan yang dipasang pada bagian bawah frame.

  • Belt

    Bagian yang berfungsi menerima transfer energy gerak dari Pulley yang berputar, belt akan mengangkut material dari satu ujung suatu konstruksi belt conveyor ke ujung lainnya.

  • Bend Pulley

    Berfungsi sebagai melengkungkan atau mengubah arah belt. Dimana Bend Pulley bekerja mengatur keseimbangan belt pada pemberat.

  • Takeup Pulley

    Fungsinya digunakan untuk mengencangkan_belt, sehingga dapat menjaga kekencangan belt sama antara sisi yang tidak membawa material dan sisi yang membawa material. Take up pulley juga dapat memberikan tegangan pada belt pada start awal.

  • Takeup Unit

    Unit pemberat yang digunakan sebagai penyeimbang pada kelonggaran belt saat beroperasi pada muatan dan tanpa muatan. Bertujuan Agar belt conveyor tetap kencang, take up unit akan turun kalau tidak ada material yang dibawa dan naik kalau ada material angkut pada belt conveyor.

  • Carriying Roller Idler

    Berfungsi untuk menjaga belt pada bagian yang berbeban atau sebagai roll penunjang ban bermuatan material. Posisi dari Carrying idler berada di atas conveyor table

  • Pulley Cleaner

    Berfungsi untuk membersihkan pulley dari kotoran atau sisa sisa dari material yang jatuh saat terangkut.

  • External Belt Cleaner

    Berfungsi untuk mendeteksi dan memastikan bahwa conveyor akan tetap bersih.Dengan begitu conveyor akan memiliki kesempatan untuk berumur lebih lama dengan sedikit downtime akibat kerusakan.

  • Head Pulley

    Berfungsi untuk penggerak awal pada sebuah sistem conveyor.

  • Feed Chute

    Saluran masuk barang yang akan dipindahkan oleh conveyor. Barang-barang yang akan dipindahkan dimasukkan ke dalam feed chute sebelum berada di atas conveyor.

  • Skirt Board

    Berfungsi sebagai sekat yang di pasangkan di kanan dan kiri belt pada tempat pemuatan, biasanya terbuat dari logam atau besi yang dapat dipasangkan secara tegak ataupun miring yang berfungsi mencegah terjadinya muatan yang berceceran.

  • Frame Belt Conveyor

    Frame atau rangka merupakan komponen utama yang berfungsi menopang seluruh sistem belt conveyor. Pemilihan material frame harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan kondisi kerja. Beberapa material yang umum digunakan antara lain:

    • Baja (Steel)
    • Digunakan untuk aplikasi berat karena memiliki kekuatan tinggi dan tahan terhadap beban besar.
    • Aluminium Profile
    • Cocok untuk sistem yang membutuhkan fleksibilitas, ringan, serta mudah dalam instalasi dan penambahan aksesoris.
    • Stainless Steel
    • Digunakan pada industri dengan standar higienitas tinggi karena tahan korosi dan mudah dibersihkan. Untuk memahami lebih lanjut, Anda dapat membaca artikel perbedaan stainless steel 304 vs 316 untuk aplikasi conveyor.

  • Motor Penggerak (Drive Unit) pada Mesin Conveyor Belt

    Motor penggerak merupakan komponen utama dalam mesin conveyor belt yang berfungsi sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan seluruh sistem. Motor ini biasanya terhubung dengan gearbox dan drive pulley untuk mentransfer energi putar ke belt conveyor.

    Secara umum, motor pada mesin conveyor belt dapat berupa single phase maupun 3 phase, tergantung kebutuhan. Motor single phase digunakan untuk aplikasi ringan, sedangkan motor 3 phase lebih umum dipakai pada mesin conveyor belt di industri karena lebih stabil, efisien, dan mampu menangani beban berat. Pemilihan motor yang tepat akan membantu mesin conveyor belt bekerja lebih optimal, stabil, dan efisien dalam jangka panjang.

Peran Sensor dan Sistem Keselamatan pada Belt Conveyor

Dalam pengoperasiannya, belt conveyor tidak hanya bergantung pada komponen mekanis seperti belt, roller, dan motor, tetapi juga memerlukan dukungan dari sistem sensor dan keselamatan untuk memastikan proses berjalan dengan stabil dan aman. Sensor digunakan untuk mendeteksi keberadaan produk, posisi, serta potensi terjadinya penumpukan atau kemacetan di sepanjang jalur conveyor. Sementara itu, sistem keselamatan seperti emergency stop dan safety interlock berfungsi untuk melindungi operator serta mencegah kerusakan pada peralatan saat terjadi kondisi abnormal.

Penerapan sensor dan sistem keselamatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan keandalan conveyor, sekaligus sebagai langkah awal menuju sistem otomasi yang lebih terintegrasi. Untuk memahami lebih dalam bagaimana sensor dan safety interlock bekerja dalam menjaga stabilitas proses sebelum otomasi diterapkan secara penuh, Anda dapat membaca artikel berikut: Sensor dan Safety Interlock: Fondasi Stabilitas Proses Sebelum Otomasi.

Perawatan Belt Conveyor agar Tetap Optimal

Selain memahami pengertian dan fungsi belt conveyor, perawatan juga menjadi faktor penting untuk menjaga performa dan umur pakai conveyor tetap maksimal. Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah cara penyimpanan belt conveyor, terutama untuk material seperti PU dan PVC yang memiliki karakteristik khusus.

Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan perubahan bentuk, penurunan kualitas, hingga memperpendek umur pakai belt. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara penyimpanan yang benar agar belt conveyor tetap dalam kondisi optimal saat digunakan.

Untuk penjelasan lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel berikut: Cara Menyimpan Belt Konveyor PU dan PVC dengan Benar

Tentang Kami
Connect Automation mengkhususkan diri dalam menyediakan solusi otomatisasi, termasuk sistem konveyor, untuk meningkatkan efisiensi di berbagai industri. Perusahaan ini menawarkan teknologi canggih untuk membantu organisasi mengotomatisasi tugas dan mengoptimalkan alur kerja. Connect Automation membantu bisnis mengurangi usaha manual, meningkatkan produktivitas, dan mencapai hasil yang lebih baik. Dengan pendekatan yang berfokus pada pelanggan, perusahaan merancang solusi yang disesuaikan untuk memastikan transisi otomatisasi yang lancar dan efektif untuk kesuksesan jangka panjang.
Kantor Cikarang
Kawasan Industri Jababeka Tahap 1,
Jl. Jababeka II D Blok C14L Cikarang, Indonesia (17530)
(021) 893 5060 Google Map
Kantor Surabaya
Rungkut Industri III, No. 37,
Rungkut Menanggal, Kec. Gn. Anyar Surabaya, Indonesia (60293)
(031) 9985 8624 Google Map