PT. Environeer
031-99858624 (Surabaya), 024-76191933 (Semarang), 021-8935060 (Jakarta)

Kelebihan dan Kekurangan Rangka Aluminium Conveyor


Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Rangka Aluminium Conveyor
Aluminium conveyor menjadi pilihan yang tepat untuk beberapa industri seperti industri kemasan, injection molding plastic dan kosmetik. Tapi apakah Anda sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan aluminium conveyor ini?
Material aluminium untuk conveyor dapat diaplikasikan di beberapa tipe conveyor antara lain belt conveyor dan roller conveyor. Komponen conveyor seperti body/ladder, kaki hingga bagian roller dapat seluruhnya berbahan aluminium atau hanya beberapa komponen saja.
Proses produksi hingga perakitan aluminium conveyor terhitung lebih cepat dibandingkan dengan besi atau stainless steel, sehingga Anda dapat segera menggunakan aluminium conveyor untuk kebutuhan industri Anda dengan lebih cepat.
Namun hal tersebut hanya satu dari beberapa kelebihan aluminium conveyor. Sebelum melanjutkan pembahasan lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan aluminium conveyor ini, kami akan menjelaskan secara singkat mengenai aluminium sebagai material pembuatan conveyor.

Material Aluminium Conveyor

Aluminium memiliki beberapa grade / nomor seri. Grade aluminium tersebut berdasarkan campuran logam yang digunakan dalam membentuk material aluminium. Grade yang paling umum digunakan untuk frame conveyor adalah aluminium 6063-T5. Material tersebut dibentuk menjadi aluminium profile melalui proses ekstrusi kemudian melalui proses anodize untuk tahap finishing.
Aluminium Profile Disediakan oleh Connect Automation
Aluminium Profile - Connect Automation

Penggunaan Aluminium Conveyor

Penggunaan aluminium conveyor dapat diaplikasikan di beberapa industri, salah satunya industri packaging. Material serta hasil produksi industri plastic packaging ini termasuk medium-light duty, sehingga penggunaan aluminium conveyor sangat tepat.
Aluminium conveyor juga dapat digunakan untuk transfer barang yang panasnya lebih dari 100 derajat dengan menggunakan mesh belt. Contohnya di industri sparepart otomotif. Salah satunya sparepart otomotif. Dengan menggunakan mesh belt, aluminium conveyor dapat mentransfer sparepart yang panasnya lebih dari 100 derajat celcius.
Tidak hanya beberapa industri tersebut, aluminium conveyor juga dapat digunakan untuk industri food and beverages (F&B). Simak penjelasan pengaplikasian aluminium conveyor untuk industri F&B di bawah ini.

Kelebihan Aluminium Conveyor

Aluminium conveyor memiliki karakteristik berbeda dengan conveyor besi dan conveyor stainless berdasarkan material yang digunakan sebagai bahan dasar. Terdapat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing material tersebut.
Berikut beberapa kelebihan aluminium conveyor dibandingkan material yang lain :

Lead Time Lebih Cepat

Lead time produksi aluminium conveyor terbukti lebih cepat dibandingkan conveyor besi maupun conveyor stainless. Hal ini dikarenakan aluminium conveyor tidak memerlukan banyak pemrosesan seperti pada conveyor stainless ataupun besi.
Aluminium conveyor tidak memerlukan proses pengelasan ataupun pengecatan yang membutuhkan waktu lebih lama. Aluminium hanya perlu dipotong lalu dirakit satu dengan yang lain hingga membentuk aluminium conveyor yang utuh.

Tampilan Tidak Berubah

Anda tidak perlu terlalu khawatir soal tampilan aluminium conveyor. Tampilan aluminium conveyor tidak akan cepat berubah jika dibandingkan dengan conveyor besi. Aluminium conveyor akan tetap tampak bersih, rapi dan terlihat elegan dengan tampilan standarnya.
Cat warna conveyor besi akan lebih mudah pudar terutama jika sering bersentuhan dengan zat-zat kimia. Perlu proses yang cukup panjang untuk mengecat ulang conveyor tersebut. Berbeda dengan aluminium conveyor yang lebih tahan terhadap zat-zat kimia bahkan yang bersifat korosif sekalipun.

Lebih Ringan

Aluminium conveyor terhitung lebih ringan dibandingkan dengan conveyor stainless maupun conveyor besi. Hal ini dikarenakan kepadatan material aluminium lebih rendah dibandingkan stainless steel dan juga besi.
Ringannya aluminium conveyor ini juga memberikan kemudahan jika conveyor perlu dipindah tempat. Terlebih kaki aluminium conveyor dapat ditambahkan roda agar perpindahan conveyor lebih mudah dan cepat.

Bongkar Pasang Lebih Mudah

Proses Perakitan Aluminium Conveyor
Proses Perakitan Aluminium Conveyor - Connect Automation
Perakitan aluminium conveyor menggunakan mur dan baut untuk menyatukan masing-masing komponen. Berbeda dengan stainless steel dan besi yang menggunakan las untuk menyatukan komponennya, sehingga aluminium conveyor lebih mudah untuk dirakit dan dibongkar sesuai dengan kebutuhan.
Sistem bongkar pasang aluminium conveyor dapat memberikan kemudahan jika sewaktu-waktu Anda memerlukan aksesori seperti side guides atau penutup slot untuk conveyor Anda. Penempatan aksesori aluminium conveyor nantinya dapat menyesuaikan kebutuhan penggunaan Anda.

Kekurangan Aluminium Conveyor

Kekurangan aluminium conveyor terletak pada daya tahan beban yang terbatas. Aluminium conveyor hanya dapat menahan beban tidak lebih dari 50kg berat per produk.
Dibandingkan dengan besi, aluminium conveyor berada di bawah soal ketahanan beban. Aluminium conveyor ini hanya sesuai untuk kebutuhan transfer medium-light duty saja.
Mengingat daya tahan beban aluminium conveyor lebih rendah dibandingkan conveyor besi, Anda perlu menyesuaikan penggunaan dan penempatan aluminium conveyor di lini produksi Anda. Jangan sampai menggunakan aluminium conveyor untuk memindahkan material yang lebih dari 50kg per produk.
Walaupun dapat digunakan untuk industri F&B, aluminium conveyor hanya bisa digunakan untuk perpindahan material atau makanan yang sudah dalam kemasan. Dengan kata lain aluminium conveyor tidak disarankan untuk bersentuhan langsung dengan material atau hasil produksi yang dikonsumsi atau masuk ke tubuh.
Material yang paling sesuai untuk industri F&B adalah stainless steel. Hal ini berdasarkan standar peralatan pengolahan berdasarkan good manufacturing practices (GMP), yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian, mengharuskan produsen menggunakan peralatan yang higienis dan tahan karat.
Oleh sebab itu, aluminium conveyor tidak bisa sembarangan ditempatkan pada lini produksi terutama pada industri F&B. Hal ini perlu diperhatikan agar penggunaan aluminium conveyor sesuai dengan syarat dan ketentuan industri tersebut.

Kesimpulan

Umumnya, aluminium conveyor dapat digunakan di berbagai industri seperti plastic packaging, injection molding, kosmetik atau produk yang termasuk medium-light duty. Aluminium conveyor juga dapat digunakan untuk industri F&B hanya saja dengan syarat conveyor tidak langsung bersentuhan dengan material atau makanan.
Production lead time aluminium conveyor terhitung lebih cepat dibandingkan conveyor stainless maupun conveyor besi. Oleh karena itu, aluminium conveyor sangat tepat untuk Anda yang membutuhkan conveyor dengan untuk kapasitas beban medium-light duty.
Konsultasikan kebutuhan Anda dan dapatkan penawaran harga aluminium conveyor oleh Connect Automation dengan pelayanan yang professional. Connect Automation hadir di Surabaya, Semarang dan Jakarta untuk memenuhi kebutuhan aluminium conveyor Anda.

Kenapa harus Connect Automation?

Connect Automation telah dipercaya sejak 2006 oleh perusahaan-perusahaan besar di dalam maupun luar negeri untuk memenuhi kebutuhan solusi industri. Kami memiliki tim profesional untuk memproduksi belt conveyor, roller conveyor, work/inspection tables (QC, assembly, etc), safety guarding, cover machines, work platform, dan kebutuhan industri lainnya.
Connect automation juga mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System dan berkomitmen untuk menyediakan solusi yang tepat untuk Anda sesuai dengan ketentuan waktu pengiriman, dana dan kebutuhan industri Anda.
Segera konsultasikan kebutuhan conveyor anda dan dapatkan penawaran harga alumunium conveyor hanya di Connect Automation